"Aku taknak lari dari semua ini, tapi aku diguni bila aku berdiri. Ikat. Campak tepi. Lantang suara aku cuba persoal silap aku. Digolek. Jatuh ke dalam gaung.
Terhempuk kuat di dasar. Keringat-keringat pun kering pada badan. Masih gelap. Sepi lagi yang aku benci.
Sampai sekarang, dalam kepala."
A letter he read, slipped under the table in the living room.
No comments:
Post a Comment